Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

January 31, 2013

Aku Mau Menjadi Bumi


Aku Mau Menjadi Bumi
(romansa)

Aku tak mau menjadi pohon,
Jika daun adalah cintanya
Aku tak mau menjadi ular,
Jika sisik adalah cintanya
Aku tak mau menjadi api,
Jika abu adalah cintanya
Aku tak mau menjadi dandelion,
Jika benang sari adalah cintanya
Aku mau
Menjadi bumi yang mencintai matahari,
Mencintai orbit,
Mencintai bumi



puisi dibuat oleh (3351)  Achmad Imam M. / Uying

Pengamen Bus


Pengamen Bus
(ode)

Berjubel pengap
Kaki kesemutan, pungung melemas
Hari ini malam minggu
Kuhabiskan sekian jamku untuk berdiri layu
Masih tak ada ruang tuk sandarkan penatku

Kondektur masih tak mau kompromi
Bus masih terbuka lebar untuk dijejali penumpang
Gerutuku sudah di ujung bibir
Kukareti mulutku agar tak mengumpat sembarangan

Sapaan yang sudah sangat kuhafal alurnya
Ragu-ragu sampai di telinga
Hari ini apa lagi?
Kaos dan celana belel bertopi
Atau
Celana melorot bergesper

Suaranya merdu
Aku berlagak acuh meski mendendangkannya teratur
Perpaduan gitar dan harmonika meluluhkan penatku
Tak sadar aku memejamkan mataku
Irama menguasai energiku,
Mengaitkannya dengan jiwaku

Bapak tua itu tersenyum ke arahku



puisi dibuat oleh (3351)  Achmad Imam M. / Uying

Petani Jagung


Petani Jagung
(Epigram)

Tak ada yang istimewa bagiku, tani jagung
Pagi berangkat dinas ke sawah
Siang makan nasi di antara harta benda
Sore kembali pulang ke istana

Sembilan puluh dua kali berturut-turut
Hari ini lebih bervariasi
Jagung-jagung yang telah dewasa,
Harus disegerakan masuk ke kantong
Esoknya, aku liburan melewati jalan-jalan lebar,
Dengan mobil khusus berbak besar,
Memboyong hasil sisa panen kemarin malam

Tumpukan kuning dan hijau menyatu dengan luaran
Kedua telapak tangan dijadikan sandaran
Menatap birunya semesta
Merasa mesranya pergerakan udara
Aku dan awanku dibawanya lari
Sebebas sejoli bercinta di pagi hari
Tak ada yang paling kubanggakan selain ini


puisi dibuat oleh (3351)  Achmad Imam M. / Uying

Jalan Bebas Hambatan


Jalan Bebas Hambatan
(Satire)

Utara sibuk
Aku ke selatan
Barat macet
Aku ke timur

Aku bisa mendengar keberlanjutan hentakan kakiku
Menari-nari sepanjang jalan tanpa takut menabrak orang
Menghirup udara bebas asap rokok dan sesuai takaran
Sedangkan yang lain bahkan masih bingung meletakkan jempol kakinya
Matanya sibuk meneliti celah
Pikirannya sibuk merancang ulah

Mereka bilang aku aneh karena menekuni yang tak biasa
Aku anggap mereka gila karena keras kepala



puisi dibuat oleh (3351)  Achmad Imam M. / Uying

Sebatas Tahu


Sebatas Tahu
(Elegi)

Sudah kutanamkan untuk tidak lagi bermain cinta
Jika tak mau terhanyut tawa yang sementara
Sudah mengenal dan mengawan resikonya
Tapi yang ada hanya sisi lainku yang suka memberontak

Aku sudah lama tau
Tipuan mendayu itu memang sering merayu
Masih aku mencari pembelaan kerasku


puisi dibuat oleh (3351)  Achmad Imam M. / Uying

April 30, 2012

Aku adalah Saya dan Dia adalah Kamu

Siapa lagi teman untuk bercerita
Cobaan ini hadir kembali
Malam yang cukup indah
Terbesit Ka'bah di benakku
Entah, semoga kabar baik itu memang nyata

Sesudah kesedihan
Aku yakin ada kebahagiaan
Aku dihadapkan pada banyak hal
Penyebab pemikiran ini berkmbang dengan sendirinya
Tapi aku belum bisa terima semua ini

Antara merelakan dan mempertahankan
Aku ingin ini terjadi hanya karena Allah
Tak ada maksud duniawi

Sebenarnya hati ini sangat perih
Ketika mempertahankan sesuatu yang aku benci

Menyukai yang aku benci
Dan tak suka dengan yang tersukai

Sudah tidak ada tentangnya lagi
Tapi sekarang ini tentang mereka
Tidak tahu apa pemikirannya

Ya Allah,
Engkau Maha Esa,
Maha Mendengar,
Maha Melihat,
Maha Pengampun,
Maha Pencipta,
Maha Pembolak-balik hati manusia,
Maha Pegubah takdir,
Maha Segalanya

Dan aku yakin Engkau telah dan akan memberikan yg terbaik bagiku
Amin





Penulis: Putri Chumairoh
Penyunting: [5321] Dian Novita F